Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2016

Dark Path

Gambar
Apakah cinta selalu berarti memiliki seseorang itu seutuhnya? Aku mencintainya namun dengan cara yang berbeda. Dalam percintaan, kami tidak saling mengisi maupun melengkapi. Kami hanya mengungkapkannya dengan isyarat yang kadang tak kami mengerti. Apa perbedaan yang membuat semua begitu sulit?. Aku selalu berharap kami dapat berbagi. Aku juga berharap suatu hari nanti entah kapan itu aku dapat mengerti dia dengan segala hal yang membawaku kepadanya. Karena dia telah mengisi ruang dalam hatiku. Begitu pula aku berharap ia juga berusaha untuk mengerti diriku. Sering kali ku merasa perbedaan yang harusnya membuat kami tak saling mengenal. Sikapnya yang dingin sering membuat masalah, berbeda dengan anak kebanyakan, itulah yang membuatku mengenal kesya. kesya tak sama seperti anak kebanyakan mungkin untuk sebagian orang akan menyebutnya dia sebagai keajaiban namun untuk sebagian lain akan menyebut dia sebagai kutukan. Sudah 2 minggu ini aku tak melihat kesya dia bahkan tidak masuk kulia...

Fools

Gambar
*** "Kau tahu apa ini?" angin seolah memberiku berkah terbesarnya saat ia tersenyum padaku, jadi untuk senyum itu, aku memang telah menyuarakan sebuah janji pada diriku sendiri, bahkan tanpa diketahui si pemilik senyum yang eksotis dan menawan itu.." Kupu-kupu!" tapi semangat cerah darinya, dan juga janji ini, tak bisakah hei angin bagimu memberiku kesempatan untuk menepatinya? "Biarkan dia bebas, Lusi…" aku bahkan masih belum mengerti apa arti kebebasan yang sebenarnya. Aku selamanya akan terikat cinta ini padanya, jadi mungkin akan lebih bijak andai aku menyuruhnya membebaskanku saja dibanding membebaskan kupu-kupu yang hidup tak lebih dari 7 hari itu. Lusi mengerutkan pipinya seakan tak suka pada saran yang kuucap barusan, kedua tangannya masih belum bosan mengurung kupu-kupu itu di tangan mungilnya, " Kau selalu saja memintaku melepaskan hal-hal yang kusuka…" bukan begitu Lusi, kupu-kupu itu akan kian melemah andaikan ia tak mengeca...

Samudra

Gambar
sepertinya kerajaan matahari telah bergeser dalam caranya menghadap Bumi, mereka berkata saat Bumi meninggalkan wajahnya dari Bumi utara tempat aku duduk ini, maka musim telah menjadi dingin. Sedingin angka 41 derajat fahrenheit yang ditunjukkan termometer ruangan, penghangat ruangan saja butuh waktu untuk mencairkan kedinginan ini. Jadi, setidaknya jangan berharap banyak padaku. gelap, bukan berarti tak pernah ada cahaya, kamar ini memang selalu kubiarkan gelap meski sebuah bohlam hemat energy terpasang di tengah ruangan dari kayu ini. Aku benci suara gaduh, ramai, juga teriakan dari luar kamarku. Karena itulah, aku membiarkan kamar ini gelap, berharap aku dan kamarku tak mengganggu apa yang lagi mereka ramaikan. bukan maksudku membodohi diri sendiri, karena memang, meski jika harapan ada padaku, aku harusnya lebih memilih tak ada kegaduhan itu di luar kamarku. Tapi aku sadar siapa aku, dan siapa mereka, lalu apa itu harapan. Karena itu, ketika aku berharap, aku menyatakan ha...

Soundless Voice

Gambar
Genre : Angst. "Yo." sapaku dengan satu senyum lebar.." Apa kabar?." entah kenapa, dua patah kata itu terasa lebih berat dari yang biasanya. "Aku baik-baik saja." gumamku.." Tentu saja. Bukankah sudah kukatakan padamu?" aku terkekeh pelan." Jangan khawatir. Aku akan selalu baik-baik saja."

Teman?

Gambar
Friendship , tragedy Aku benci ini, posisi ini membuatku berpikir apakah waktu yang selalu sangat kuhargai ini mengalir layaknya kutukan medusa yang membekukan jiwa mata yang memandangnya, jantungku berdebar meski napasku mengalir lancar. Guratan wajah poker face yang kuhadapi sekarang ini masih mampu kulayani dengan wajah poker face yang serupa. Tapi sampai kapan kita saling menodongkan senjata seperti ini? Aku dengan revolver-ku telah menghujamkan beberapa peluru kepada beberapa kolega setianya untuk sampai di depannya dan menodongkan kematian padanya, tapi dia tak kalah beringas dengan

Big Brother

Gambar
"Kenapa 'Kakak' selalu lahir duluan?" Mereka memberiku cengiran lebar yang identik sebelum menjawab bersamaan, "Karena mereka ada untuk mengerjai adik kecil yang diwajibkan hormat pada mereka," sambil memperagakan hormat ala tentara. Aku merengut kesal. Tetapi aku sama sekali tidak menolak saat mereka mengacak pelan rambut yang sudah kusisir rapi—aku senang mereka memperlakukanku seperti itu. Aku senang. Sangat, sangat senang. "Kami berangkat sekolah dulu, Adik kecil. Jangan buat Bunda marah sebelum kami pulang, ya!"